Muslimah Jadi Mentri Inggris

Identitas sebagai muslimah tidak membuat Baroness Sayeeda Warsi, terhambat dalam menjalani perannya sebagai Menteri Non Portofolio dan juga ketua Partai Konservatif Inggris. Diakuinya, identitas itu justru membuatnya tertantang ingin membuat perubahan.
"Banyak yang mengatakan bahwa kejadian 9/11 mengubah dunia dan cara pandang terhadap Islam. Sebagai muslimah yang lahir dan besar di Inggris, hal itu juga mengubah dunia saya," kata Warsi mengawali kuliah umumnya di kampus UI Depok, Selasa 29 Mei 2012.
Wanita keturunan Pakistan itu menceritakan, dia menghadapi tekanan dari dua kelompok masyarakat usai peristiwa 9/11. Selain dari kaum kulit putih Inggris karena dia dianggap terlalu 'berwarna' dan terlalu perempuan, Warsi juga mendapat tekanan dari masyarakat Muslim Inggris.
Sempat mulai bekerja di luar Inggris pada 2002 karena merasa tidak nyaman, Warsi akhirnya kembali dengan tekad menjadikan Inggris sebagai tempat yang nyaman untuk Islam, dan Islam menjadi nyaman untuk Inggris.
"Dengan keadaan yang ada sekarang, nampaknya mudah saja untuk mempolarisasi Barat dan Islam. Visi saya adalah menyatukan keduanya dengan nilai-nilai," kata alumni University of Leeds ini.
Menurutnya, nilai-nilai beragama sekaligus kemanusiaan yang paling mendasar dimulai dari perlindungan terhadap kaum minoritas. Diakui Warsi, saat ini usaha perlindungan kaum minoritas di Inggris sudah jauh lebih baik dari masa-masa sebelumnya.
Sayeeda Warsi bukan figur biasa di partainya,  yang kepemimpinannya didominasi oleh orang kulit putih dari wilayah selatan yang makmur.
Perdana Menteri David Cameron pada tahun 2007 mengangkat Warsi ke House of Lords, membuatnya bertitel Baroness.


Source : VIVAnews

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda. Mohon untuk tidak berkomentar yang bernada SPAM dan berbau p*rn*.

Cari Artikel

Memuat...

Archives